Kamis, 24 Maret 2011

Tetralogi Goes To Makassar : Ujian pertama buat Newbie


Makassar, Ibukotanya Sulawesi Selatan itu yang tertulis di buku IPS sejak gw SD dahulu kala, dan sampai sekarang dia masih senang dengan gelar yang disandangnya itu :)

Pengembaraan kami kali ini bertujuan ke Makassar, Alhamdulillah gw tidak ikut dalam sidang team  pleno, mengapa Makassar-lah tempat expansi daerah jajahan kami berikunya, for your information (FYI), perencanaan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari pada jaman dahulu kala, yaitu tepat pada bulan 5, tahun 2010 yang lalu…sehingga kami pun telah lama bersabar dan ikhlas akan datangnya tanggal keberangkatan ini yaitu pada tanggal 6 Maret 2011, sehingga genap-lah 11 bulan penantian kami itu, kalaupun istri2 kalian lagi mengandung, masih sempat melahirkan anak2 kalian dan membesarkannya sejenak,, *hufft,,

Walaupun rencana ini sudah didesign jauh2 hari, namun peminat pelancongan ke Makassar kali ini bisa dibilang minus dari keanggotaan atau participant, sampai dengan bulan oktober 2010, peserta yang mendaftarkan diri ke buku AirAsia, the lovely official partner of backpacker ceria masih 4 orang saja, yang terdiri dari Syahrul Djakfar, Roy Jekson, Arie P Rambee, Desi Syahputri, dan gw (Johan Bastian tampan)!*awas kalau protes* :p
Yang punya nama bg Syahrul itu dari jauh2 hari sudah memberikan signal2 gak bisa berangkat, alhasil keinginan yang terpendam didalam lubuk hatinya itu tercapai juga, padahal beliau telah diangkat menjadi kepala suku sekaligus orang kaya nomor 1 diantara kita-kita yang imut-imut ini *gedubrak*

Berikutnya roy jekson, hantu kecil yang sangat aktif berkeliaran hampir keseluruh tanah air Indonesia raya merdeka ini tiba-tiba keuangannya collapse, diperparah jatuh tempo pencairan dana Jamsostek-nya diundur serta hutang triliunan rupiah dari teman2nya yang tak kunjung dibayar!jadi lengkaplah alasan anak muda ini menguburkan mimpi2nya untuk menginjakkan kakinya di Tana Toraja, dan kembali menggeluti profesi barunya sebagai binatu manual yang perkasa, hahaha. *inilah potret anak manusia yang tinggal diperantauan*

Kalaw untuk Desi Syahputri dan Arie P Rambee ini sebenarnya participant dadakan, mereka ngotot untuk minta ikut, walau berapapun harga tiketnya itu, mereka akan maju terus pantang mundur!!ya sudah, mungkin saja orang2 seperti ini bisa dijadikan potensi untuk next generation orang kaya No. 1 yang rela menghandle transaksi2 akomodasi dan transportasi selama di perantauan.
Karena alasan mereka berdua inilah gw jadi gag tega untuk merangkai beribu alasan untuk juga tidak ikut pada ajang pelancongan kali ini, tapi bagaimana mungkin gw jadi team leader mereka, secara traveling2 sebelumnya gw Cuma ngekor kepala suku aja, hiks…hiks… *sungguh track record yang gag bisa dibanggakan :(

Tapi, gw gak boleh menyerah…I must try!!
Maka, gw tetep tiada henti 2nya dan makin gencar merayu si roy untuk join this trip!!hahahaha…
Gak ding, pertama2 gw cuma minta tolong agar dibuatkan schedule itinerary’a saja, biar kami ada pegangan disana dan tau tempat2 yang  menarik yang patut dikunjungi disana, tapi dengan segala kesibukan si roy, aktualisasinya sangat amat sulit direalisasikannya, harus menunggu waktu yang lama untuk medapatkan informasi itu, *huftt, kejam*

Dalam ketidakpastian ini, gw pun masih berani-beraninya meracuni ataw merekrut peserta2 lain yang masih awam dan newbie dalam per-backpackeran ini :) *senyum penjahat, sadis*

Gw dengan giat meracuni teman seangkatan kuliah gw dulu, Evana Chang yang gw kenal cerdas semasa duduk dibangku kuliah dulu. tak jarang setiap harinya gw terror dia dgn sms bujukan dan rayuan manis  utk ikut ke makassar, semangat gw semakin terpacu karena perawan ini memang sejatinya mempunyai hasrat yg begitu mendalam di sanubarinya sejak lama untuk menginjakkan kakinya di tanah Sulawesi itu, gag jelas juga sih kenapa harus Makassar…mungkin nenek buyut’a ada keturunan Toraja juga kali ya?padahal jelas2 dia satu2nya Chinese di keanggotaan ini.

Kemudian satu lagi masih sedarah dan senenek-moyang dengan Desi, yaitu kak Litta Renew, kalau kakak ini dengan senang hati dan suka-cita mencemplungkan diri pada genk Backpacker ini yang sejatinya belum jelas arah dan tujuannya di Makassar nanti, namun tetap gw terima dengan harapan semakin banyak yang ikut, maka penderitaan kami kelak di tanah rantau orang dapat berbagi satu sama lain *hahaha, licik kan?senyum sumringih lagi*

Vana yang aslinya memang cerdas hamper membaca gelagat ketidak-jelasan perjalanan kali ini, lebih2 jadwal cuti beliau sangat minim, jadi harus memang benar2 disesuaikan dengan schedule sebenarnya agar tidak sia-sia cutinya itu, sementara sampai detik bulan February, si roy belum memberikan kisi2 tetang perjalanan disana *kacau..!!*

 Gw panik donk!!palak-palak gw juga mengundurkan diri dari pertempuran ini, dengan membuat alasan ada dinas keluar kota atau ikut training….hehehe

Tapi, tak dinyana dan diduga, roy berubah pikiran dalam tempo sesingkat2nya, dengan iming2 berlian dan permata yang menyilaukan roy mau berubah haluan *hehehe, sorry agak hiperbola*
Roy ternyata mendapat beasiswa dari dermawan kaya raya, sehingga dia menggali kembali mimpi2nya itu dan merajut kembali bersama genk backpacker ceria :) 

Demikianlah ceritanya, *Loh…*

Baiklah, personnel akhir yang mengikuti perkelanaan ini akhirnya berjumlah 6 orang diatas kertas, yaitu Johan B Bastian, Arie P Rambee, Roy Jekson, Desi Syahputri, Litta Renew, dan Evana Chang.

Tapi ternyata, dari Roy gw dapat info terbaru lagi bahwa ada additional player lagi dari Jakarta berjumlah 2 orang, yaitu Kezia Ningken dan Arta Sari Purba. Ningken adalah pejuang veteran yang sudah banyak makan asam-garam perjuangan hidup dibeberapa Negara, selain bergabung dengan Genk backpacker, beliau juga aktif dalam perkelanaannya sendiri kemana kakinya hendak melangkah, *sungguh perempuan yang tangguh!!

Evana dan Litta berangkat dari Jakarta direct to Ujung Pandang (UPG) pada tanggal 7 Maret 2011/Senin, mereka berhasil berkolaborasi untuk mencapai pulau Sulawesi bersama-sama, walaupun gw pastikan mereka baru pertama kenal yaitu di Bandara Udara International Soekarno-Hatta. Begitu juga dengan Ningken dan Arta, mereka berangkat juga dari Jakarta dengan pesawat yang berbeda dengan Evana dan Litta, namun mereka sudah saling mengenal satu sama lain jauh sebelum cerita ini dibuat, hehehe.

March, 06th 2011/Sunday

Berbeda dengan mereka, desi pemain baru pada Genk Backpacker asal sabang ini, harus menempa dirinya sebagai backpacker sejati sejak keberangkatannya dari tanah air, bagaimana tidak,…karena pada perjalanan perdananya ini dia diwajibkan berangkat sendiri jam 8 pagi dari bandara Polonia-Medan, menuju LCCT- Malaysia yang notabenenya sudah go international,  sungguh ujian yang menantang kan?
Setelah itu tidak serta-merta dia dapat bertemu dengan senior-seniornya yang didamba-dambakan itu…tetapi dia harus bersedia duduk manis dan manja group demi bersua dengan kami hingga petang, desi tiba pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur sedangkan Roy baru mendarat di LCCT pukul 17.00 sore, sementara gw dan arie baru merapatkan barisan pukul 20.20 waktu setempat, barulah kami bersatu menjadi satu.

Tidak cukup sampai disitu, desi juga dipaksa harus pasrah untuk tidur diemperan-emperan terminal AirAsia, untung2 bisa dapat lapak di dalam McD dengan hanya bermodalkan 1 cup teh panas dan kentang gorang, anda sudah punya alasan untuk berlama-lama di dalam gerai ini :)
Dan desi masih menunjukkan sikap patriotismenya sebagai Srikandi Aceh, dia rela tidak tidur demi menjaga tas-tas backpacker kami yang sebesar gaban…alasan lainnya mungkin dia belum terbiasa tidur di open stage begitu dan alasan kedua AC di gerai McD itu terlalu dingin, *cool man!!*
jadi bisa dibilang, otomatis desi berhasil bertahan selama 24 jam berada di LCCT tanpa keluar dari Terminal ini, *standing ovation :)

Tapi jangan salah teman, orang-orang yang satu visi dan misi dengan kami ini tidak sedikit…tinggal sebutkan dari Negara mana, semua ada menggembel tidur diemperan airport. Kami semua rela menunggu disitu demi menanti “the next flight” atau connecting flight kami yang akan mengantarkan ke destination berikutnya.
Menjelang pukul 03.00 dini hari desi tak kuasa menahan serangan AC dan dia berinisiatif jalan2 keluar McD, dan ditemani oleh roy jekson  mereka menemukan lapak yang lumayan manusiawi dan qualified untuk bersandar…kami mendapat kursi2 kosong yg berjajar dan kami rapatkan sehingga jadilah peraduan temporary  yang nyaman *cling :)

 March, 07th 2011/Monday
Pukul 06.00 dini hari, kami sudah bergantian ke kamar mandi, hanya sekedar membasuh muka dan sikat gigi agar kalau foto2, masih tetap sumringah senyumnya, hahaha *maksa.com* dan kembali stay tuned di gerainya McD dambaan kami dihati, karena menurut kami taste’a lah yang masih masuk akal dan pas di lidah :) dengan mengambil lapak di outdoor, kami hanya memesan hot tea dan cake ala breakfast yg super irit, karena pesan’a juga ambil paket, hehe…sengaja kami gag makan makanan berat, karena rencana kami mau makan onboard saja, lebih murah dan lebih berasa taste’a.

Dengan bermodalkan teh tadi, kami juga tahan berlama2 hang-out disitu, segala aktifitas telah sah kami laukakan, mulai flash-back travel2 kami sebelumnya, make a video dgn menggunakan gadget ipod, sampe yg gag ketinggalan sesi pemotretan, gak peduli dengan alam sekitar…pemotretan di airport LCCT berlangsung dengan sukses. 
roy sedang bermain dengan manjanya dengan Oom McD

siap2 menuju ruang boarding menuju makassar, belum mandi nich!!




trio macan, (ki-ka)) arie, roy, joe menguasai McD dari malam sampai pagi :)

Tak lupa juga, 3 dari kami gw, roy, desi membeli “Comfort Kit”, hanya dengan MYR 35,- terdiri dari blanket, pillow, and eyes cover. Tujuan’a tdk lain dan tidak bukan agar kami aman dan selamat selama perjalanan, hah?salah deng…agar tidur kami puas selama perjalanan, secara perjalanan ke Makassar itu akan ditempuh dalam waktu 3 jam bow!!!ya selain itu kan lumayan juga bisa dipake di bus :) wekk!
Jarum pendek pun sudah bertengger di pukul 10, it’s means kita sudah bisa masuk ke waiting room, belum lagi ngantri2 di imigrasi lagi, jangan sampe di deportasi pulak..hehehe *jadi keingat kejadian mau ke phuket neh* :(

Hufft, benar saja…waktu bagasi kita di X-ray, koq tas gw tertuduh melakukan penyimpangan…eh ternyata hanya karena ada botol Aqua yang gak seberapa itu, yang gw sendiri benar2 gak sadar kalau dia berada disitu, serta lotion “after sunburn” yang gw beli di Phuket tempo lalu juga ikut disita, alasan’a lotion itu wujudnya “liquid”, padahal jelas2 bentuknya “jelly” gt! *hufft

 Whateverlah, gw serahkan saja…yang penting bisa berangkat ke Makassar :p

Di pesawat dengan nomor penerbangan AK-586 yang berangkatnya sempat di-delay 45 menit dari Estimate Time Departure (ETD) 12:45 hrs, gw beruntung dipindahkan ke seat no 11 dari asal-muasalnya seat nomor 26E, dengan alasan sang istri yang tidak sanggup berpisah baik dalam ruang maupun waktu dengan suami, maka gw pun diminta untuk rokeran :) 

Praktis, setelah makan siang di kabin, gw segera ambil posisi wuenak (PW) ‘plus’ mengenakan eyes cover dan segera tidur dengan pulassssss…..groookkkk…groookkkkk

*to be continue in the next sequel

2 komentar:

  1. oleh2nya dah nyampe blom??
    klu ga da, gak boleh ke kmps sabtu ne ente bg.. hehehe

    BalasHapus
  2. Kok gak setragis perjalananmu ke Phuket, Joe? Aku sangat mendambakan dan menyukai cerita2 tragis. krn aku bisa senyum2 bacanya :)

    BalasHapus