Minggu, 10 April 2011

Tribute to Affif Herman, ST


 Sekitar awal tahun 2004 yang silam, ntah mengapa kakiku diringankan langkahnya pergi ke mushalla sektor timur, untuk melaksanakan sholat berjamaah…aneh memang, biasanya gw menghadiri mushala ini pada musim puasa saja, ataw tepatnya pada bulan Ramadhan, dan itupun hanya saat tarawehannya saja..hohoho


Tapi kali ini berbeda, menjelang magrib hati ini dipenuhi keinginan untuk menghadap-Nya dan bersimpuh dihadapan-Nya, memang pada saat itu ada dua masalah complicated yang menggerayangi jiwaku…yang pertama masalah studiku yang hampir menjelang deadline Tugas Akhir dan satunya lagi so pasti masalah asmara, hahaha  *abg banget gak sih!*

Gak tau juga apa ada mimpi yang mengarahkan-ku untuk pergi ke mushalla, tapi yang pasti…keinginan itu kuatttt sekali!!

Kaki ini pun menurut pada hati yang benar2 ingin sekali berkunjung ke rumah Allah itu, bahkan sempat terpikir untuk berubah diri menjadi manusia2 majelis taklim yang bersorban dan berbaju gamis panjang. Saking desperatednya sama dunia percintaan.

Maka, pada sore yang berbahagia itu gw pun bergegas mandi dan tampil bersih, demi melaksanakan sholat maghrib berjamaah di mushala yang tercinta itu. *biasa’a sih kalau sore gak pernah mandi* :D
Baiklah,.. 

Di mushalla, seperti layaknya umat islam berjamaah, kita sholat mengisi shaf-shaf yang lurus dan rapi…
Gileee, ternyata jemaah mushalla ini terbilang banyak…bahkan gak jarang full sampai ke pintu masuk mushlla, dan bahkan shaf yang paling belakang sampai merapat ke hijab jamaah wanita.
Begitulah fenomenanya, tapi bukan itu yang pengen gw ceritakan disini…

Disaat sholat sedang berlangsung dan jamaah lain pada khusyuk mengikuti imamnya…ntah kenapa mata gw belum mau khusyuk pada hati, sang mata masih saja kelalayapan liat kiri-liat kanan, biasalah…gw kan pendatang baru, jadi musti menyesuaikan diri dulu pada lingkungannya, kalau bahasa kerennya itu disebut dengan adaptasi B-)

Seketika itu juga mata ini agak gerah dan sewot sendiri ketika melihat sesosok manusia yang tepat berdiri di depan shaf gw, yang membuat gw ngedumel sendiri yaitu hanya perkara dia menggenakan pakaian yang di belakangnya bertuliskan “PASKIBRA ABDYA” koq gak salah sih!

Huhh!!!” gaya kali anak ini pikirku…koq soq paten kali dia..gak tau dia kalau pada jaman SMU dulu, gw juga ikutan ekskul Paskibra disekolahan dan sukses mengucapkan lafaz..

”Benderaaaaaaaaaa Siaappppppppppp”, 

apanya yang siap gan!, yang ada bendera’a berhasil terbolak-balik, yang putih diatas dan yang merah dibawah, segera pemimpin upacara memerintahkan “balik-kanan” kepada seluruh peserta upacara demi untuk membenarkan Sang saka merah putih itu,…

pastinya donk, habis upacara selesai, gw dan pasukan pengibar bendera dapat Bonus Push-Up dan skot-jam!hahhaha…best memory deh :)

Jadi, gak salah donk kalau gw agak sentiment kalau ngeliat orang2 yang juga pernah bergabung sama ekskul paskib itu…
Hari ke-2, gw masih beritikad untuk kembali ke musholla, sholat magrib berjamaah seperti layaknya umat muslim sedunia, 

Hehhh,, !!gw melihat lagi sosok lelaki yang gw lihat kemarin…kali ini dia tampak lebih bersahaja dengan kaos lengan panjang hijau yang sudah belel dan peci kupluk motif kotak-kotak yang pas dikepalanya…dia sungguh tampak sangat tawadhu dan sederhana, airmukanya sangat tenang dan cool.
Hari ke-3, ke-4 dan seterusnya, gw perhatikan ternyata dia jamaah yang ta’at, tak jarang setelah habis mengerjakan sholat wajib dan sholat sunnat, dia ber-I’tikaf dimesjid, membaca al-quran atau hanya berdiam diri saja…sambil menunggu waktu sholat isya masuk.

Gw semakin penasaran sama makhluk Tuhan yang satu ini, gw yang ngelihatnya saja jadi tentram apalagi dia ya?hehehe…

Dari yang gw cuma sholat maghrib aja hadir ke musholla, sekarang tambah jadwal…, sholat isya pun gw laksanakan di mushlla…
masa awal2 perkenalan gw dgn affif, masih belum banyak merepat, hehehe
di mushalla sektim, dalam rangka perayaan 17 agustusan di Komplek
 
Sampe2, dzuhur dan ashar pun sudah mulai gw laksanakan di mushalla kalau memang gak ada kuliah atau kegiatan diluar sih!! Dan yang paling dahsyat adalah, shubuh pun gw laksanakan di mushalla…suatu prestasi donk buat gw, bisa mengalahkan rasa ngantuk dan bisikan syaitan yang merayu gw untuk tetap tidur di peraduan ditambah selimut tebal yang hangat :)

Keq’a gak asyik kalau gw hanya tau dia begitu saja, gw pengen seperti “dia”…seperti yang gw azzamkan dalam hati pada saat gw memutuskan mau ke mushalla, dan juga mengingat suatu pepatah lama yang mengatakan, “berkawan dengan tukang pandai besi, maka kamu akan terciprat panasnya dan jika kamu berkawan dengan tukang minyak wangi, maka kamu akan mendapat bau harumnya”.

Maka, pada sore yang cerah dan berbahagia…ba’da sholat ashar dari mushalla menuju pulang kerumah kami masing2 gw beranikan diri untuk menghampirinya setelah beberapa kali moment perjumpaan yang selalu gagal untuk berkenalan… 

Dengan mengorbankan rasa harga diri dan gengsi serta martabat, akhirnya gw pun menyapanya…dan dari hasil percakapan itu gw tau kalau namanya:

“Affif Herman”

Dan dari percakapan singkat itu, gw tau juga kalau dia kuliah di “Teknik Sipil” angkatan 2003, beh…satu almamater donk kami, dan ternyata eh ternyata dia sudah gak asing dengan penampakan gw…karena sejatinya gw itu memang terkenal di kampus Teknik Unsyiah, hehe…gak deng, alasan yang benar adalah karena kembaran gw yang bernama ‘adon bastian’ itu juga berkuliah di Teknik Sipil angkatan 2001, jadi wajah2 gw itu tidak asing dimata mahasiswa-mahasiswi Teknik, secara kami pasang 2 gacok wak!!!hahaha..

Bocah ini baru saja pindahan ke kos-kosan di Komplek Sektor Timur ini dan mendiami salah satu rumah dinas Dosen Fakultas Kedokteran, di  Jl. Keupula No. 33, yang lebih memilih tinggal dirumahnya sendiri yang lebih besar dan nyaman. Namun, mereka tidak lama bertahan dikosan ini, tidak lama setelah Peristiwa Tsunami akhir tahun 2004 yang menyerang Aceh dan sekitarnya, mereka pun harus pindah, akibat rumah megah sang pemilik kosan di Lamprit terkena imbas dari Tsunami itu dan mereka mau gak mau kembali lagi ke rumah dinasnya. Affif dan kawan2 kosnya pindah ke sebuah ruko 2 lantai yang dirubah menjadi kosan,
Di ruko ini affif sempat mengajak kerjasama untuk membuat usaha kecil-kecilan yaitu usaha jualan minuman segar siap jadi, seperti; pop ice, soft drink dan aneka ragam juice. Kita malah udah sempat beli blander, gelas-gelas plastic, gelas juice 1 set, dan bahkan studi banding ke restoran Purnama, Bakso Kojek, dan beberapa restoran yang punya track record jualan minuman take away.

Yang paling extreme sampai-sampai kami juga sudah buat gerobak (steling)buat menjajakan produk2 jualan kami di depan ruko’a itu, namun ujung-ujungnya apaaaaa??? *biar pak affif herman ini lah yang menjawabnya*

Beralamat di ruko ini pun tidak berlangsung lama, dia sempat pindah juga ke daerah simpang gallon Darussalam, masih dalam format ruko juga sih, ruko itu bermerk dagang “UNOE”, disini mereka juga membuka usaha sampingan yaitu konveksi pakaian2 yang bernafaskan almamater Unsyiah dan juga menerima orderan jaket2 alumni untuk anak2 SMU atau fakultas2 di unsyiah, namun gw pun gak tau juga keeksistensian usaha itu sampai sekarang, 

terakhir beliau pindah ke daerah Kajhu, dan bergabung kembali dengan anak2 kosannya yang di sektim dulu, kalau di kajhu lumayan-lah, affif and the genk menyewa rumah hasil buatan NGO, gw sering nginap disana pada malam minggu, meskipun hanya beralaskan sehelai hambal Palembang dan 1 bantal berdua, *hufft, sangat kontras dengan fasilitas kamar gw*, tapi inilah yang merupakan salah satu sifat kebersahajaannya.

Dari Affif ini akhirnya gw ketularan belajar mengaji, mulai duduk berlama-lama di mushalla dan mengikuti kajian2 yang digelar di mushalla kami ini. sampai-sampai akibat ketularan dari kebiasaan si Affif ini gw sempat dicalonkan dalam bursa pemilihan Ketua Remaja Mushalla Sektor Timur, jatuh-jatuhnya gw berhasil mendapatkan posisi wakil ketua Remaja Mushalla Sektim, hhahaha… *loh, koq curhat tentang gw???maaf ya fif!!*

Dan atas interfensi dari dia dan gw yakini itu 100%, dia menyuruh Ustadz Rolly untuk merekruit gw mengikuti liqo dibawah naungan PKS, hwaaaaa…aaaa, pertama hati ini masih memberontak, koq gw sih yang diajak ikut2an ngaji begitu, mana rutin pulak seminggu sekali pertemuan, gw kan paling malas terikat…gmn kalau gw mau nge-date nanti, gmn kalau gw mau hang-out ke mall, *beh…emang ada mall di banda??*
Gw bahkan sempat curhat sama anak-anak Genk D-65 kalau gw diajak ikutan pengajian, dan sempat juga sih terlintas untuk pindah ke Medan, biar lepas dari rutinitas yang belum gw ketahuin arah dan juntrungannya itu.

Tapi ujung-ujungnya atas nasehat dan pandangan Affif, gw terjun juga pada gerakan da’wah itu. Damn!!!Sungguh teramat menyesal kalau gw jadi mengundurkan diri dam melarikan diri dari ajakan itu, ternyata gw mendapatkan lebih dari apa yang gw inginkan selama ini, persahabatan, kekompakan, kekeluargaan, ilmu agama, informasi dan pahala pastinya. *loh, koq jadi curhat tentang gw lagi neh…ini kan biography si affif*

Hari-hari berikutnya gw menjumpainya tidak hanya di mushalla sektor timur, pada jadwal2 kuliah pun kerap kali gw mendapatinya di mesjid KID yang berada pas di depan kampus FMIPA-Unsyiah.

Lelaki yang sangat anti dengan warna-warna cerah dan norak ini, bahkan bisa sampai tega-teganya mencampakkan pemberian kita kalau sudah menyalahi ketetapan hatinya itu, dulunya juga suka mengajak gw mabit di mushalla sektor timur, biasanya pada wiken time kita bermalam di musholla, dengan bermodalkan roti dan autan saja…tidur hanya beralaskan sajadah-sajadah cinta, hahha *sok romantis*

Affif, anak muda kelahiran Susoh, 17 Maret 198* ini paling pemegang teguh bahwasanya tidak ada perayaan-perayaan ulang tahun, tidak ada kue tart, tidak ada tiup lilin dan yang paling parah jangan pernah mengharapkan traktiran di hari ulang tahunnya, juga tidak ada kado-kadoan segala….hmmm, tapi kalau ada yang ngasih sih, oke-oke saja, hahaha. Tapi, suatu saat gw berhasil membuat kejutan di malam ulang tahunnya, meskipun gw gak tau apakah dia sadar atau enggak saat meniup lilin yang gw bawa diam2 ke kamarnya,*hehehe* ^^V

Affif kecil tumbuh dan besar di Blangpidie, dia termasuk anak yang outstanding di kelasnya, masuk di kelas unggul dan mendapatkan undangan pada saat masuk ke Perguruan Tinggi, Universitas Syiah Kuala. Dan berdasarkan dari mulutnya sendiri kalau dia ini merupakan cucu kesayangan dari neneknya yang selalu dimanja-manja, sayangnya neneknya sudah menghadap Illahi disaat menjelang hari bahagianya. *I am sorry for that bro!*

Affif memang sahabatku yang luar biasa, ternyata walau di mushalla dia bisa tampak seperti para tabib ahli ibadah yang taat, namun kalau sudah diluar mushalla dia bisa lebih beringas dari singa yang belum makan seminggu, dia bisa menjadi orator yang bisa mempengaruhi seluruh mahasiswa Unsyiah dan merepet tiada hentinya seharian, *wkwkwkwk*

Hufft…affif herman ini manusia yang penuh dengan ide-ide gila dan luar biasa, selama pertemanan kami, tidak ada waktu yang terbuang percuma dan sia-sia, 

Salah satu ide gila dia yang masih menancap dipikiranku yaitu mengajak gw berenang di kolam Mata Ie, ba’da shubuh naik motor…catatan, kolam mata ie ini airnya berasal dari sumber mata air di perbukitan mata ie itu, jadi coba bayangkan lah dingin’a bagaimana sobat!! 

Snorkeling di bawah bukit Soeharto Kreung Raya sana, hahhaa..setauku kan kalau mau snorkeling, referensinya ya ke gapang atau sekitaran pulau Rubiah, yang keindahan alam bawah lautnya sudah teruji hingga manca negara, tapi...koq malah di dekat pelabuhan Kreung Raya ini, entah dapat ide dari mana beliau ini.
pernah juga dia mengajak gue kerja bareng dalam satu proyek “translate-mentranslate”, ntah dari mana dia mendapat link bahan2 yang harus di-translate itu, namun tiba2 aja dia udah kerumah gw dengan membawa dokumen2 segedek gaban untuk di-translate bareng, udah bahasanya tentang penataan kota lagi…truss, pake limitation time pulak, *hufft!! Jiwa-jiwa belanda sudah mulai muncul disini :p

Umm, selain aktif dikampus beliau ini juga tercatat sebagai salah satu tentor di Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema Collage (SSC) yang bermarkas di dekat simpang jambo Tape, Affif mengajar bidang studi matematika, dia selalu mempunyai caranya sendiri dalam mengajarkan pelajaran kepada anak-anak bimbingannya itu, gaya ngajarnya berbeda dengan yang lain, benar-benar norak dan heboh, tapi itu menjadi daya tarik tersendiri terhadap siswa-siswi SD, SMP dan SMU sekalian…,dia akan selalu dicari dan dikenang oleh fans2nya itu. *hohoho*

Oia, serunya waktu di SSC ini, kita dari sektor timur waktu itu mengetahui ada info penerimaan tentor baru, maka kami2 yang anak mushalla ini sok kompak mendaftar bareng, ada ahlan, deni failani, faisal ibnu hajar, affif dan gw, dan lucunya kami diterima semua setelah melalui bebrapa tahap seleksi, hahaha.
Pernah juga dia mengajak murid-muridnya untuk bertamasya bersama-sama, pada suatu hari yang masih gw kenang yaitu ketika perjalanan kami ke bukit Mata-Ie, dan sempat gw abadikan pada video ini, hehehhe…stay tuned!!!




 
Namun, Affif tidak bisa berlama-lama tekun di dunia pendidikan ini, karena ada kewajiban lain yang harus di-embannya, yaitu menjadi Presiden Mahasiswa periode tahun 2005-2006. Amanah menjadi orang nomor satu ditingkat mahasiswa Unsyiah itu harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana, sehingga dia harus membuat skala prioritas dari segala segi dan segala aspek, termasuk menelantarkan persahabatan kami  yang telah dirajut itu, tapi dia memang luar biasa, disela-sela kesibukannya itu, beribu-ribu agenda dan schedule yang padat, dan meeting sana-meeting sini, dia masih juga koq menjalin komunikasi, bahkan tak jarang gw diajak datang ke markas besar BEM-nya itu, hanya sekedar melihat mereka rapat atau melakukan aktifitas2 lain.

Selama menjabat posisi prestigious inilah dia akhirnya merasakan juga nikmatnya naik pesawat terbang, hehehe *bener gag fif??”*, dengan jabatan itu dia juga sudah berhasil memijakkan kakinya, ke Riau, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan kota-kota besar lainnya.

Affif Herman, mempunyai jenggot yang dibangga-banggakannya…menurut sejarah ceritanya sich pada jaman sekolahan dia sudah mulai memilharanya dengan tekun karena terobsesi dengan pentolan group Band Dewa 19, yaitu Ahmad Dani,dan juga sangat fanatik dengan style permainan gitarnya sampai2 semua lagu Dewa dia hafal diluar kepalanya, namun ujung-ujungnya niatnya itu diubahnya menjadi lurus dan benar yaitu hanya karena sunnah rasul, *good, good, good*


Salah satu bukti kepiawaiannya dalam bermusikalitas boleh kalian perhatikan video berikut ini;
Namun, menginjak semester-semester atas dia sudah mengganti aliran musiknya menjadi “Nasyid”, tak jarang dia ikutan dalam vocal group nyanyian Nasyid ini pada event2 yang di gelar di kampus Unsyiah…gak tanggung2 group nasyid mereka pun sempat menyabet prediket juara pada ajang2 musik sekelasnya, dan yang paling fenomenal pria tampan ini sempat direkriut dan tergabung dalam vocal group nasyid di kampong halamannya yang bernama “NURANI”.

Dengan latar belakang itu tadi, dia dengan percaya diri dan pasti mengatakan kalau suara gw itu jelek, dan tidak berirama, sehingga sempat lah dia mengajari gw bagaimana menyanyi dengan baik dan merdu…kebetulan kemarin itu kami lagi mendengar lagunya Beyonce Knowles yang berjudul –Listen- melalui tape di mobil, meskipun dia tidak mengenal lagu itu sama sekali *pada prinsipnya aliran music kami strictly different*, namun dia dengan meyakinkan mencoba melatih vocal gw dengan sangat soq professional :)
Oia, dia juga menyukai komik-komik karya pengarang Jepang loh, yang paling digandrunginya itu antara lain Onepiece, Naruto, sailormoon, Kapten Tsubasa, Serial Cantik sampe Doraemon *maaf fif, ada niat perusakan citra antum neh keq’a, hahaha*

Kawan, selain jago bermain music ternyata anak muda ini juga mempunyai bakat di dunia tulis-menulis, tidak sedikit hasil tulisannya sudah di publish pada blog-blog dan komunitas menulis ababil, kalau adek-adek penasaran dengan hasil tulisannya plis klik this link..



Kuberitahukan juga pada kalian kawan, bahwa akhir2 ini gaya tulisannya sudah berkiblat ke arah pengarang lulusan seni rupa ITB, Bandung yaitu bung Pidi Baiq…padahal sebelumnya dia memuja2 gaya tulisannya karya-karya dari Andrea Hirata. Sepertinya gaya bung pidi yang tak berkaidah dalam menulis dan tanpa norma-norma EYD yang baik dan benar sangat cocok dengan hati dan sanubarinya yang kalau menurut penilaian dirinya sendiri dia seorang yang Super EGOISSSS, mau menag sendiri dan menginginkan kebebasan, bahkan imbas dari kebebasannya itu, dia malas terikat bekerja pada instansi-instansi formal seperti PNS dan BUMN, atau kantoran2 yang memiliki waktu kerja terikat dan monoton.

Kebiasaan kami yang terlihat aneh namun eksentrik yaitu, berdebat  dan membahas suatu masalah yang gak penting sampai ke hal-hal yang sama sekali gak penting-penting amat, pokoknya apa yang gak enak di pandang mata bisa jadi bahan perdebatan, padahal nih ceritanya kami sedang naik sepeda motor berdua tapi kalau udah mulai perang mulut, hmmm,… udah macam rumah tangga yang berantakan, sampe2 si Affif bisa membalikkan badannya dari posisi sang rider, demi mempertahankan pendapat dan argumentasinya, dia seorang yang typicalnya “ngotot abesss”.

Tau gak bro!, pernah kami hanya gara-gara melihat rumah2 di Jl. Sudirman, Geuceu yang segede2 gaban, ada  yang berarsitektur Yunani kuno, ada yang beraliran naturalis dan juga minimalis…kami bisa berantem dari geuceu sampai Darussalam, sama sekali gak perduli dengan lingkungan sekitar, lagi berada dimana dan lagi apa yang dia kerjakan. Dan kalau kita udah malas jawab, eeh,,malah dia paksa untuk membalas statement dia….huffttt,,,,memanglah manusia satu ini!

Pertengkaran itu terjadi tidak hanya saat bertemu face to face saja, namun lebih dari itu dapat juga terjadi melalui saluran telephone, short message service (SMS), bahkan di dunia maya sekalipun, yaitu melalui situs jejaringan facebook (fb).

Dan jahilnya anak ini, ada pulak suatu saat diwaktu yang tak diduga-duga dan tidak memungkinkan, terkadang beliau ini mengirim balik sms2 yang bernada mengiba kepadanya, atau bahkan sms2 yang berintonasi tinggi pada saat kita satu sama lain saling emosi…hufft, kontan saja…kita yang menerima kiriman sms balik itu jadi malu-malu kucing dan ketawa-ketawa sinting sendiri deh jadinya.
Hmmm…, namun sekarang-sekarang ini karakter dia yang sangat menonjol itu ialah keaktifannya dalam berorasi atau kalau kata halusnya suka merepet, hahaha, sangat kontras dengan pada saat kesan pertama yang gw temukan di mushalla sektor timur itu, yah…waktu terus berjalan…dan manusia pasti berubah, gak ada penyesalan sih dari sifatnya itu…malah sekarang kalau gak mendengar dia merepet seperti masakan tanpa garam, hambarrr…, tidak ada impulse-impulse yang menggerakkan syaraf-syaraf gw untuk berkarya, berargument bahkan berteriak-teriak demi  untuk mempertahankan harga diri, hahaha.

Jadi, kalau menyontek dari blog dia yang berjudul Johan B astian, ST. gw pun bisa ngambil kesimpulan, maka perkenalan kami ini berlandaskan oleh agama, dan pingin sekali gw ucapakan ini kepada dirimu sob!

“Inni uhibbuka fillah…”

2 komentar:

  1. hahaha...konpirmasi aja sama profile yang diatas bro...ud qee add org'a blom??

    BalasHapus